Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menunjukan peta di layar (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menunjukan peta di layar (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Jumlah desa yang berpotensi terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan tahun 2026 diprediksi bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, data tersebut masih menunggu penetapan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pamekasan sebelum diumumkan secara resmi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, hasil verifikasi dan validasi (verval) lapangan terkait desa potensi terdampak kekeringan telah selesai dibahas dalam rapat.

Senin (13/7/2026) lusa, BPBD akan melaporkan hasil tersebut kepada Bupati Pamekasan sebagai dasar penerbitan SK penetapan desa penerima bantuan air bersih.

Baca juga :  Warga Kurang Mampu di Pamekasan Akhirnya Menikmati Listrik Berkat Bantuan PLN UIT JBM

“Baru habis rapat, Senin mau lapor ke bapak. Jumlah desanya sudah ada tapi nanti nunggu sekalian SK dari bupati, kami tidak mau mendahului beliau,” ujarnya.

Dhofir menjelaskan, proses penetapan desa potensi kekeringan diawali dengan permintaan kepada kepala desa untuk mengirimkan data wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Data tersebut kemudian diverifikasi di tingkat kecamatan, dibahas dalam rapat, dan selanjutnya diajukan kepada bupati untuk ditetapkan melalui SK.

Menurut dia, bertambahnya wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino. Dampaknya, musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih kering, dan lebih panas sehingga memengaruhi debit air, terutama pada sumber-sumber mata air.

Baca juga :  Mengharukan! Puluhan Santri SDIT Multazam Pamekasan Diwisuda Alquran Metode Ummi

“Jadi ini nanti penyalurannya serentak dan terjadwal, karena ada dua status untuk kekeringan ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, terdapat dua kategori kekeringan, yakni kering langka dan kering kritis. Kering langka merupakan wilayah yang berjarak 1,5 hingga 3 kilometer dari sumber mata air.

Sedangkan kering kritis adalah wilayah yang berjarak lebih dari 3 kilometer sehingga membutuhkan dukungan pasokan air bersih lebih banyak.

Dhofir menegaskan, data potensi kekeringan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca serta laporan dari masyarakat, pemerintah desa, maupun pihak kecamatan.

Baca juga :  Pencarian Hari Pertama Nihil, Tim Gabungan Minta Bantuan Nelayan

“Nanti bergiliran untuk penyalurannya. Kalau kecamatan itu sedikit nanti bisa digabung dengan kecamatan lain untuk penyalurannya, semoga terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja
Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun
Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen
Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 
Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Berita Terbaru