Lindungi Modal Petani Tembakau, DKPP Pamekasan Siapkan BPP sebagai Acuan Pabrik

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan, Almara Sugandi, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (29/6/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan, Almara Sugandi, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (29/6/2026).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pamekasan(DKPP) terus menunjukkan komitmennya melindungi para petani tembakau.

Kini, DKPP tengah menyusun dan menghitung Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau sebagai acuan awal bagi pabrik dalam membeli hasil panen petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan, Almara Sugandi, menjelaskan bahwa BPP disusun secara menyeluruh. Perhitungan mencakup seluruh komponen biaya, mulai dari pembelian bibit, pupuk, biaya tenaga kerja petani, hingga perawatan tanaman selama masa tanam.

“BPP ini menggambarkan modal riil petani sejak awal tanam sampai panen. Mulai dari bahan, bibit, pupuk, hingga ongkos pekerja, semuanya kita hitung,” katanya.

Baca juga :  Hari Kemerdekaan RI, Ribuan Napi Lapas Kelas II-A Pamekasan Diusulkan Dapat Remisi

Dalam proses penyusunan, DKPP menggandeng Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Pamekasan (APTI) untuk merumuskan biaya produksi awal. Setelah itu, Pemkab akan mendiskusikan dengan para pengusaha tembakau.

“Pada prinsipnya, pemerintah tidak bisa menetapkan harga tembakau. Namun kami berkewajiban menghadirkan patokan biaya produksi petani agar harga yang terbentuk tetap berpihak pada petani,” ujarnya.

Gandi mengatakan bahwa penetapan BPP akan dirampungkan sebelum masa panen tembakau dimulai. Dengan begitu, diharapkan dapat memberi kepastian bagi petani sekaligus menjadi rujukan dalam transaksi antara petani dan pabrik.

“Tentunya BPP akan rampung sebelum masa panen. Berharap petani dapat merasakan nikmatnya bertani tembakau dengan harga yang dibeli tinggi oleh pabrikan,” ucapnya.

Baca juga :  Sedot Anggaran Rp470 Miliar, Pembangunan RSD Mohammad Noer Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Gandi menyampaikan bahwa BPP tembakau di Pamekasan mengalami tren kenaikan dalam dua tahun terakhir di semua kategori. Untuk tembakau sawah, BPP musim 2025 ditetapkan sebesar Rp47.685 per kilogram, naik Rp960 dibanding musim sebelumnya yang berada di angka Rp46.725 per kilogram.

“Tembakau tegal pada musim tanam 2025 mencapai Rp53.533 per kilogram, meningkat Rp894 dari musim tanam 2024 yang tercatat Rp52.639 per kilogram,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Empat SMAN di Pamekasan Sepi Peminat, Kuota SPMB 2026 Belum Terpenuhi
Harga Material Naik, Proyek Jalan DBHCHT Rp6 Miliar di Pamekasan Belum Dikerjakan
Penetapan 30 Siswa Baru SRMP Pamekasan Belum Final, Masih Tunggu SK Bupati
Hanya Butuh Waktu Sepekan, Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Ungkap 7 Kasus Pencurian
Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat
Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Perbankan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Realisasi Program Kampung Nelayan di Pamekasan Tak Jelas, Pemkab Berdalih Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat
Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, Perkuat Akses Warga dan Dongkrak Ekonomi Desa

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:12 WIB

Lindungi Modal Petani Tembakau, DKPP Pamekasan Siapkan BPP sebagai Acuan Pabrik

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Empat SMAN di Pamekasan Sepi Peminat, Kuota SPMB 2026 Belum Terpenuhi

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:41 WIB

Harga Material Naik, Proyek Jalan DBHCHT Rp6 Miliar di Pamekasan Belum Dikerjakan

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:22 WIB

Hanya Butuh Waktu Sepekan, Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Ungkap 7 Kasus Pencurian

Senin, 29 Juni 2026 - 14:38 WIB

Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat

Berita Terbaru