PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kondisi memprihatinkan dialami warga Kampung Sekaan, Dusun Laccaran, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Penyebabnya, selama sekitar tiga tahun terakhir, jembatan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat setempat rusak dan belum mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.
Salah seorang warga setempat, Moh Wasil menyampaikan bahwa Jembatan tersebut memiliki peran vital bagi warga, tidak hanya sebagai penghubung menuju Pasar Palengaan, tetapi juga sebagai satu-satunya jalur yang digunakan siswa-siswi untuk berangkat dan pulang sekolah ke SDN Palengaan Daja 1.
“Kerusakan jembatan itu berdampak langsung pada kelancaran aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.” Katanya, Juma’at (16/1/2026).
Wasil mengaku, akibat belum adanya perbaikan oleh pemerintah, warga setempat berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu secara swadaya.
Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak tetap dapat mengakses sekolah dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan bambu ini sebenarnya tidak layak dan membahayakan keselamatan pengguna. Struktur yang rapuh membuat jembatan mudah rusak, terutama saat musim hujan,” ujarnya.
Wasil menjelaskan bahwa warga harus berulang kali melakukan perbaikan secara gotong royong setiap tahun. Sebab menurutnya, pembangunan jembatan darurat merupakan pilihan terakhir yang terpaksa dilakukan.
“Jika tidak dibuat jembatan bambu, anak-anak tidak bisa bersekolah dan warga tidak bisa ke pasar. Kami berharap ada pembangunan jembatan permanen yang aman,” ucapnya.
Wasil menilai, kondisi tersebut bertolak belakang dengan upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini disampaikan pemerintah.
Aspirasi masyarakat terkait perbaikan jembatan disebut telah disampaikan berulang kali, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
“Masyarakat Desa Palengaan Daja berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan instansi terkait segera melakukan penanganan serius dengan membangun jembatan permanen untuk menjamin keselamatan warga serta kelancaran akses pendidikan bagi para siswa,” tandasnya. (ibl/nda)














