PAMEKASAN || KLIKMADURA – UPT Puskesmas Pademawu melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap satu pasien suspek campak.
Tujuannya, sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PJ Surveilans Puskesmas Galis serta perawat Desa Konang, Selasa (6/1/2026).
Penyelidikan epidemiologi ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, menelusuri sumber penularan agar dapat segera diputus, serta membantu masyarakat memahami gejala klinis, perjalanan alamiah penyakit, dan hubungan antara dinamika penduduk dengan penyakit.
Kepala UPT Puskesmas Pademawu, dr. Jeni Novita Anggraini menyampaikan bahwa penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk mengetahui secara rinci riwayat kesehatan pasien dan potensi penularan di lingkungan sekitar.
“Penyelidikan dimulai dari penelusuran awal sakit dan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanan selama satu bulan sebelum sakit, hingga riwayat imunisasi sejak bayi,” katanya.
dr. Jeni mengatakan bahwa petugas juga mengidentifikasi kontak serumah pasien guna mengetahui kemungkinan penularan lebih lanjut. Pasien mendapatkan terapi berupa pemberian vitamin A serta dibekali obat untuk dikonsumsi di rumah selama masa pengobatan.
“Pasien telah diperbolehkan pulang dengan catatan tetap mengonsumsi obat secara rutin dan mematuhi anjuran medis yang diberikan oleh petugas kesehatan,” ujarnya.
Para tim petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga agar pasien tetap menjaga asupan makan dan minum, serta melakukan isolasi mandiri di rumah. Anjuran isolasi ini diberikan mengingat pasien masih bersekolah dan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.
“Pasien juga kami anjurkan untuk membatasi kontak dengan anggota keluarga lain, terutama bayi dan balita, sebagai upaya memutus rantai penularan,” ucapnya.
dr. Jeni juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien atas pelayanan yang sempat terkendala.
Hal itu disebabkan kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) rawat inap yang penuh saat pasien datang berobat pada hari Minggu.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien karena pada saat itu kapasitas UGD rawat inap penuh,” tandasnya. (ibl/nda)














