RS Nindhita Diterpa Tuduhan Malapraktik, Begini Penjelasan Manajemen

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humas RS Nindita, Ahmad Zaini. (DOK. KLIKMADURA)

Humas RS Nindita, Ahmad Zaini. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Manajemen RS Nindita menegaskan tidak ada unsur malapraktik dalam kasus yang menimpa pasien dengan diagnosa awal hernia.

Semua tindakan medis yang dilakukan dokter spesialis bedah umum, dr. Molyono, disebut telah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Humas RS Nindita, Ahmad Zaini, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan internal setelah muncul tuduhan tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran prosedur medis.

“Pasien datang dengan membawa surat rujukan dari Puskesmas Tambelangan dengan diagnosa awal hernia. Dari hasil pemeriksaan fisik juga mengarah pada hernia, dan ketika ditanyakan langsung, pasien mengiyakan,” ungkapnya, Selasa (30/9/2025).

Baca juga :  Terganjal Anggaran, Sosialisasi Pencegahan PMI Ilegal di Sampang Terbatas

Zaini membantah anggapan bahwa tidak dilakukannya pemeriksaan USG menjadi bukti kelalaian. Menurutnya, masyarakat awam seringkali menilai prosedur medis dengan pemahaman terbatas.

“Tidak mudah menjelaskan kepada orang yang bukan di bidangnya. Kadang mereka beranggapan seolah lebih tahu, padahal kami bekerja sesuai SOP,” tegasnya.

Dia menambahkan, persoalan muncul karena saat operasi berlangsung, kondisi pasien ternyata bukan hernia sebagaimana diagnosa awal. Meski begitu, hal itu justru memberi manfaat karena penyakit lain yang diderita pasien dapat terdeteksi lebih cepat.

“Dengan tindakan itu, penyakit lain bisa diketahui sehingga bisa segera ditangani. Indikasinya mengarah ke tumor, namun untuk memastikan tetap harus melalui pemeriksaan CT Scan. Di Sampang, fasilitas tersebut hanya tersedia di RSUD,” pungkasnya. (ibn/nda)

Baca juga :  BKPSDM Sampang Proses Pemberhentian Oknum Kepsek Tersangka Pencabulan

Berita Terkait

Cegah Penumpukan di Bank, Pencairan Bansos Warga Mandangin Dipusatkan di Kantor Kecamatan
Persiapan KDKMP di Sampang Baru 50 Persen, Penempatan Manajer Mulai Berjalan
Digrebek saat Berduaan dengan Staf, Dinkes Sampang Bakal Panggil Kepala Puskesmas Robatal Pekan Depan
Jelang Sidang Tuntutan Kasus Kekerasan Seksual di Ketapang, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Polisi dan Jaksa
Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar Disorot, Praktisi Sipil Dorong Uji Mutu U-Ditch
Kecelakaan Maut di JLS Sampang, Pengendara Scoopy dan Penumpang Pikap Tewas
Kekeringan di Sampang Meluas, Relawan Distribusikan 1 Juta Liter Air Bersih
Sembunyikan 197 Gram Sabu di Ruang Airbag Avanza, Dua Pria Asal Jember Ditangkap di Sampang

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Cegah Penumpukan di Bank, Pencairan Bansos Warga Mandangin Dipusatkan di Kantor Kecamatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Persiapan KDKMP di Sampang Baru 50 Persen, Penempatan Manajer Mulai Berjalan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Digrebek saat Berduaan dengan Staf, Dinkes Sampang Bakal Panggil Kepala Puskesmas Robatal Pekan Depan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Jelang Sidang Tuntutan Kasus Kekerasan Seksual di Ketapang, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar Disorot, Praktisi Sipil Dorong Uji Mutu U-Ditch

Berita Terbaru