PAD Diduga Bocor, Komisi II DPRD Pamekasan Desak Digitalisasi Retribusi Pasar Kolpajung

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. (DOK. KLIKMADURA)

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan mendorong agar sistem penarikan retribusi di Pasar Kolpajung segera beralih ke sistem digital. Dorongan ini muncul setelah dua tahun berturut-turut Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tak kunjung mencapai target.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, menilai ada indikasi kebocoran pada sistem manual yang masih diterapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Ia menegaskan, selama tidak ada ketegasan terhadap oknum yang bermain di lapangan, capaian PAD dari retribusi pasar sulit maksimal.

Baca juga :  Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

“Dua tahun terakhir PAD dari retribusi pasar Kolpajung tidak tercapai. Kalau oknum-oknum ini tidak diberi punishment, maka penarikan retribusi tidak akan maksimal,” ujar Faridi, Selasa (7/10/2025).

Politisi PKB itu juga mempertanyakan ketidaksesuaian antara kenaikan total PAD daerah dengan capaian sektor pasar. Dalam perubahan APBD, PAD Pamekasan naik dari Rp350 miliar menjadi Rp375 miliar, namun kontribusi pasar justru tak mengalami peningkatan.

“Kami justru curiga ketika PAD pasar tidak mencapai target. Lalu apa kontribusi pasar terhadap PAD kita?” ungkapnya.

Faridi menambahkan, Komisi II telah berulang kali memberikan rekomendasi agar sistem manual segera diganti dengan sistem digital berbasis QRIS atau barcode. Menurutnya, langkah itu merupakan solusi konkret untuk menutup celah kebocoran dan memastikan pembayaran retribusi lebih transparan.

Baca juga :  SDI Al-Munawwarah Pamekasan Sabet Juara I Gerak Jalan Tingkat Kabupaten

“Kita meminta kepada Disperindag agar setiap pedagang menggunakan sistem barcode dalam pembayaran seperti QRIS. Dengan begitu bisa diketahui siapa yang sudah bayar dan siapa yang belum,” tuturnya.

Ia berharap penerapan digitalisasi ini tidak hanya mendorong peningkatan PAD, tetapi juga menjadi pijakan awal menuju transformasi ekonomi daerah yang lebih modern.

“Kami ingin Pamekasan menjadi wilayah industrialisasi yang mampu menarik pengusaha besar. Pemerintah harus memfasilitasi masyarakat demi kesejahteraan bersama,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru